Ujian Dewan: Ada Banyak Keberatan Mengenai Gangguan Alokasi Siswa Dan Jarak Pusat
Kaushambi

Ujian Dewan: Ada Banyak Keberatan Mengenai Gangguan Alokasi Siswa Dan Jarak Pusat

mendengar berita

Hingga saat ini, sebanyak 101 orang telah mengajukan keberatan terkait daftar sementara pusat ujian Badan UP. Ada lebih banyak keberatan terkait gangguan alokasi siswa dan jarak antar pusat ujian. Kini keberatan tersebut akan diselesaikan dalam rapat panitia yang dipimpin oleh DM pada 17 Januari mendatang.
Untuk pemeriksaan terhadap 45.525 siswa sekolah menengah dan menengah yang terdaftar, Dewan UP telah mengeluarkan daftar pusat sementara pada 10 Januari dan mengajukan keberatan. Batas waktu untuk ini ditetapkan hingga 13 Januari.
Hingga pukul 17.00 pada hari terakhir Kamis, 101 jenis keberatan terdaftar di kantor DIOS. Dari jumlah tersebut, 70 persen keberatan terkait alokasi siswa. Diberitahukan bahwa melewati laporan DIOS, dewan telah mengalokasikan siswa hingga tiga kali lipat dari kapasitas pusat. Selain itu, 20 persen kasus tentang menjadikan sekolah sebagai pusat dan lima persen keberatan karena jarak antar pusat lebih jauh. DIOS SK Mishra menginformasikan bahwa pada 17 Januari akan diadakan rapat panitia di bawah pimpinan DM. Dengan cara ini keberatan akan dibuang.
Keberatan terhadap pembentukan pusat bersama
Menurut aturan ujian dewan, pusat ujian siswa dari dua sekolah tidak dapat dibuat satu sama lain. Namun dalam daftar sementara yang dikeluarkan oleh dewan, District Panchayat Inter College Paschimshira dan Sampat Devi Small Industries Rural Inc. Untuk ujian siswa Sonauli, sebuah pusat dibuat di antara mereka sendiri. Keberatan telah diajukan mengenai hal ini.
20 pusat lagi kemungkinan akan didirikan
Terakhir kali 81 sekolah dijadikan sentra untuk 45 ribu calon kabupaten. Kali ini juga jumlah siswa yang hampir sama akan muncul di papan ujian. Diyakini bahwa mengingat infeksi Kovid, kali ini jumlah pusat akan bertambah. Namun hanya 70 sekolah yang dijadikan pusat dalam daftar sementara yang dikeluarkan oleh pengurus. Karena jumlah pusat yang lebih sedikit, tiga kali lebih banyak siswa dialokasikan di beberapa sekolah. Menyikapi keberatan tersebut, para ahli dari departemen tersebut mengatakan bahwa sekarang setidaknya 20 sekolah lagi dapat dijadikan sentra.

Hingga saat ini, sebanyak 101 orang telah mengajukan keberatan terkait daftar sementara pusat ujian Badan UP. Ada lebih banyak keberatan terkait gangguan alokasi siswa dan jarak antar pusat ujian. Kini keberatan tersebut akan diselesaikan dalam rapat panitia yang dipimpin oleh DM pada 17 Januari mendatang.

Untuk pemeriksaan terhadap 45.525 siswa sekolah menengah dan menengah yang terdaftar, Dewan UP telah mengeluarkan daftar pusat sementara pada 10 Januari dan mengajukan keberatan. Batas waktu untuk ini ditetapkan hingga 13 Januari.

Hingga pukul 17.00 pada hari terakhir Kamis, 101 jenis keberatan terdaftar di kantor DIOS. Dari jumlah tersebut, 70 persen keberatan terkait alokasi siswa. Diberitahukan bahwa melewati laporan DIOS, dewan telah mengalokasikan siswa hingga tiga kali lipat dari kapasitas pusat. Selain itu, 20 persen kasus tentang menjadikan sekolah sebagai pusat dan lima persen keberatan karena jarak antar pusat lebih jauh. DIOS SK Mishra menginformasikan bahwa pada 17 Januari akan diadakan rapat panitia di bawah pimpinan DM. Dengan cara ini keberatan akan dihilangkan.

Keberatan terhadap pembentukan pusat bersama

Menurut aturan ujian dewan, pusat ujian siswa dari dua sekolah tidak dapat dibuat satu sama lain. Namun dalam daftar sementara yang dikeluarkan oleh dewan, District Panchayat Inter College Paschimshira dan Sampat Devi Small Industries Rural Inc. Untuk ujian siswa Sonauli, sebuah pusat dibuat di antara mereka sendiri. Keberatan telah diajukan mengenai hal ini.

20 pusat lagi kemungkinan akan didirikan

Terakhir kali 81 sekolah dijadikan sentra untuk 45 ribu calon kabupaten. Kali ini juga jumlah siswa yang hampir sama akan muncul di papan ujian. Diyakini bahwa mengingat infeksi Kovid, kali ini jumlah pusat akan bertambah. Namun hanya 70 sekolah yang dijadikan pusat dalam daftar sementara yang dikeluarkan oleh pengurus. Karena jumlah pusat yang lebih sedikit, tiga kali lebih banyak siswa dialokasikan di beberapa sekolah. Menyikapi keberatan tersebut, para ahli dari departemen tersebut mengatakan bahwa sekarang setidaknya 20 sekolah lagi dapat dijadikan sentra.

Posted By : keluaran hk 2021