HEalth

Uji coba vaksinasi COVID -19 dilakukan di Delhi

Big News Network

[ad_1]

New Delhi [India], 9 Januari (ANI): Uji coba vaksinasi COVID -19 dilakukan di Rumah Sakit Pusat Kereta Api Utara di Delhi pada hari Jumat menjelang kampanye vaksinasi aktual di negara yang akan dimulai dari 16 Januari.

Keputusan vaksinasi virus corona diambil pada pertemuan pada hari Sabtu di mana Perdana Menteri Narendra Modi meninjau status COVID-19 di negara tersebut dan kesiapan negara bagian dan wilayah persatuan untuk vaksinasi terhadap penyakit tersebut.

Uji coba ini dilakukan untuk menguji pedoman yang ditetapkan oleh Pemerintah India (GoI) untuk vaksinasi COVID -19 yang diluncurkan di sistem kesehatan dan menilai kelayakan operasional aplikasi Co-WIN di lingkungan lapangan. Latihan tiruan ini adalah sesi latihan sebelum dimulainya vaksinasi yang sebenarnya, menurut siaran pers resmi oleh Kereta Api Utara pada hari Sabtu.

Semua penerima manfaat yang akan divaksinasi menerima SMS sehari sebelumnya di ponsel mereka yang terdaftar. Tim yang terdiri dari 5 petugas vaksinasi dan supervisor bertanggung jawab atas vaksinasi 25 penerima manfaat. Botol vaksin tiruan digunakan dalam latihan ini.

Petugas vaksinasi 1 bertanggung jawab untuk memverifikasi penerima dan memeriksa nama mereka dalam daftar yang seharusnya di pintu masuk ke ruang tunggu.

Penerima manfaat kemudian diarahkan ke petugas vaksinasi 2 (operator entri data), yang melakukan pengecekan silang kartu identitas berfoto dan memasukkan data di aplikasi Co-WIN.

Kemudian, penerima manfaat dikirim ke petugas vaksinasi 3 (vaksinasi) yang memberikan vaksin dan sekaligus status vaksinasi dimasukkan di portal Co-WIN.

Mereka kemudian dikirim ke ruang observasi yang berdekatan dimana petugas vaksinasi 4 mengamati mereka selama sekitar 30 menit untuk setiap kejadian buruk setelah imunisasi. Fasilitas darurat penuh tersedia di tempat untuk manajemen yang tepat dari setiap kejadian buruk.

Petugas vaksinasi 5 bertanggung jawab atas manajemen keramaian dan layanan pendukung.

“Latihan tiruan ini dipantau di tingkat Negara Bagian dan Nasional Pemantau oleh MoHFW dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengamati pelaksanaan yang tepat oleh tim, pengoperasian aplikasi Co-WIN dan logistik di berbagai tingkat,” tambah rilis. (ANI)

Author : Data Sidney