Europe Business News

Somalia Memperingatkan Utusan Terhadap Gangguan dalam Urusan Politik

Big News Network


MOGADISHU, SOMALIA – Pemerintah federal Somalia mengimbau para diplomat di negaranya untuk tidak mencampuri urusan politik dalam negeri.

Pemberitahuan oleh Menteri Informasi Osman Dube datang setelah perwakilan dari berbagai entitas, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa dan kantor PBB di Somalia, mengatakan mereka tidak akan mendukung kemungkinan perpanjangan masa jabatan parsial untuk presiden Somalia saat ini.

Dubbe mengatakan pemerintahnya mengharapkan mitra internasionalnya untuk menghormati kedaulatan Somalia dan integritas teritorial dalam prinsip-prinsip hukum internasional. Dia menambahkan bahwa adalah ilegal untuk campur tangan dalam masalah internal negara berdaulat, menyebutnya sebagai garis merah yang tidak boleh dilintasi.

FILE – Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo berpidato di depan anggota parlemen di ibu kota Mogadishu, 8 Februari 2017.

Pemerintahan Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed, yang dikenal sebagai Farmajo, menghadapi tekanan internasional untuk mengadakan pemilihan.

Perselisihan tentang proses pemilihan telah menghentikan pemungutan suara, dan pembicaraan di antara para pemangku kepentingan politik untuk mengakhiri kebuntuan belum membuahkan hasil.

Sementara itu, masa jabatan presiden secara resmi berakhir bulan lalu, dan kelompok oposisi mengatakan dia tidak lagi memiliki mandat untuk menjalankan pemerintahan.

Analis politik Mohamed Muse Aden mengatakan komentar keras dari masyarakat internasional diharapkan karena pemerintahan Farmajo gagal menggunakan mandatnya selama masa jabatannya untuk merencanakan pemilihan yang transparan.

“Sebenarnya peran masyarakat internasional untuk menekan para aktor Somalia dalam melaksanakan pemilu sangat krusial, apalagi pada periode dimana kebuntuan pemilu menciptakan ketidakpastian bagi masyarakat Somalia,” kata Aden. “Meskipun secara historis, mereka dulu memainkan peran yang sama dalam membantu para pemangku kepentingan untuk berkumpul dan memetakan proses pemilu yang damai dan inklusif, tetapi kali ini, pengaruh dan kehadiran mereka lebih kritis.”

Mohamed Matan, dosen senior hubungan internasional di Universitas Somalia, mengatakan komunitas internasional telah berinvestasi dalam pemulihan Somalia dan memiliki suara ketika segala sesuatunya tidak berjalan ke arah yang benar.

Matan mengatakan hubungan internasional didasarkan pada ekonomi, keamanan dan hukum, dan oleh karena itu tidak tepat bagi Somalia, melalui menteri, untuk memperingatkan agar tidak campur tangan. Ditambahkannya, komentar para diplomat tentang penundaan pemilu tidak bertentangan dengan kedaulatan bangsa, melainkan untuk norma hukum internasional.

Sementara itu, utusan PBB James Swan telah mengadakan pertemuan dengan para pemimpin negara Somalia dalam sepekan terakhir untuk mengatasi perbedaan.

Author : Toto SGP