Asia Business News

Saham Tokyo ditutup lebih rendah karena kerugian Wall Street, kekhawatiran virus

Big News Network

[ad_1]

Saham Tokyo ditutup pada hari Selasa setelah Wall Street jatuh di tengah kegelisahan lanjutan atas penyebaran global virus korona dan menjelang pemilihan putaran kedua Senat AS.

Indeks utama Nikkei 225 kehilangan 0,37%, atau 99,75 poin, menjadi 27158,63, sedangkan indeks Topix yang lebih luas turun 0,19%, atau 3,37% menjadi 1.791,22.

Pasar tetap di bawah tekanan jual sepanjang hari setelah indeks Dow Jones menyerah 1,3% karena pelaku pasar menyaksikan pemilihan putaran kedua Senat Georgia yang akan menentukan keseimbangan kekuasaan di Kongres.

“Sulit untuk membeli saham secara aktif hari ini karena para pemain berada di sela-sela, mengamati pemilihan Georgia,” kata Toshikazu Horiuchi, seorang pialang di IwaiCosmo Securities, kepada AFP.

Yang juga mengkhawatirkan investor adalah prospek pandemi karena Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan penguncian besar-besaran untuk memperlambat penyebaran penyakit.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga juga mengumumkan hari Senin bahwa ia akan mengeluarkan keadaan darurat lokal untuk wilayah Tokyo yang lebih luas, yang terus mencatat angka infeksi harian.

Suga mengatakan keadaan darurat berikutnya akan “terbatas” dan “terfokus” dalam ruang lingkupnya, tidak seperti keadaan darurat terakhir negara itu tahun lalu yang membuat sebagian besar konsumen di rumah di seluruh negeri dan membuat perekonomian terhenti.

“Namun, wilayah Tokyo yang lebih besar menyumbang sepertiga dari PDB Jepang, dan kerusakan ekonomi tidak bisa dihindari,” kata Okasan Online dalam sebuah catatan.

“Sektor jasa khususnya akan merasa lebih sakit dengan penurunan lebih lanjut dalam permintaan perjalanan dan penurunan permintaan makan karena fokus baru pada teleworking,” kata broker.

Namun, grafik teknis terus menunjukkan optimisme jangka panjang, tambahnya.

Dolar berdiri di 102,97 yen dalam perdagangan sore Asia, turun dari 103,14 yen yang terlihat Senin di New York.

Produsen mobil termasuk di antara yang merugi. Nissan merosot 2,60% menjadi 538,6 yen dan Toyota turun 1,46% menjadi 7.812 yen.

Perusahaan penerbangan juga tetap di bawah tekanan karena kekhawatiran virus karena ANA Holdings turun 1,23% menjadi 2.204,5 yen dengan Japan Airlines turun 0,98% pada 1.907 yen.

Tapi Sony naik 1,29% menjadi 10570 yen dengan Nintendo naik 0,82% pada 66.090 yen.

Sumber: News24

Author : https://totosgp.info/