Europe Business News

Rusia mengecam seruan ECHR untuk membebaskan pemimpin oposisi Navalny

Big News Network


Moskow, 18 Februari (Xinhua) – Pejabat Rusia pada Kamis mengecam Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) karena mendesak Moskow untuk membebaskan kritikus Kremlin Alexei Navalny yang ditahan, sebuah kasus yang memperluas keretakan antara Rusia dan Eropa.

ECHR mengatakan hari Rabu dalam siaran pers bahwa mereka telah memutuskan pada hari Selasa untuk meminta pemerintah Rusia untuk segera membebaskan Navalny.

“Keputusan ECHR melanggar hukum dan menunjukkan upaya mencolok untuk mencampuri gugatan internal Rusia, yang tidak dapat diterima,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Sementara Rusia tidak mencari konfrontasi, “keputusan yang terburu-buru, ditandai dengan bias yang jelas, menimbulkan banyak pertanyaan,” katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan permintaan ECHR sangat merusak kredibilitas lembaga ini.

“Keputusan ini memiliki konsekuensi yang sangat besar bagi hukum internasional, karena tidak mungkin menggunakan instrumen hukum untuk tujuan politik tanpa henti,” katanya.

Menteri Kehakiman Rusia Konstantin Chuychenko menyebut keputusan ECHR tidak berdasar dan campur tangan besar dalam urusan peradilan negara berdaulat.

ECHR tidak menyajikan data faktual apa pun yang akan mengarah pada kesimpulan seperti itu, tambahnya.

Awal bulan ini, pengadilan Moskow mengganti hukuman percobaan Navalny pada 2014 dengan waktu penjara 3,5 tahun. Aktivis, 44, telah mengajukan banding atas keputusan tersebut dan meminta bantuan Eropa.

Kasus Navalny telah memicu protes dan kemudian penahanan oleh polisi di kota-kota besar Rusia, sementara Rusia dan beberapa negara Eropa saling mengusir diplomat.

Uni Eropa sedang mempertimbangkan sanksi ekonomi yang keras terhadap Rusia, yang mengancam akan memutuskan hubungan dengan blok tersebut.

Author : Toto SGP