Reveller

Pimpinan proyek plastik UNEP Asia Tenggara Maggie Lee kembali ke WWF | Berita | Bisnis Ramah Lingkungan

Pimpinan proyek plastik UNEP Asia Tenggara Maggie Lee kembali ke WWF | Berita | Bisnis Ramah Lingkungan


Maggie Lee telah meninggalkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) setelah setahun mengerjakan program sampah plastik dan laut dari organisasi tersebut untuk Asia Tenggara.

Dia telah pindah ke World Wide Fund for Nature (WWF), tempat dia bekerja sebelum pindah ke UNEP pada tahun 2019, dan sekarang dikontrak sebagai pemimpin Asia Pasifik untuk penelusuran makanan laut global.

Selama di UNEP, Lee mengerjakan proyek termasuk SEA Circular, sebuah program untuk menginspirasi solusi dan kebijakan berbasis pasar untuk mengatasi polusi plastik di laut.

Lee sebelumnya bekerja untuk WWF-Singapura sebagai kepala transformasi pasar, pada proyek-proyek termasuk program pengurangan plastik milik LSM, Plastic ACTion (PACT) dan sertifikasi makanan laut yang berkelanjutan. Dia sekarang akan bekerja dengan tim global untuk mendorong penerapan ketertelusuran dalam rantai pasokan makanan laut regional untuk menghilangkan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur (IUU).

Dia akan terus berbasis di Bangkok.

Penunjukannya dilakukan sebulan setelah Jepang mengumumkan peraturan baru yang mewajibkan penelusuran makanan laut untuk memerangi penangkapan ikan IUU. Uni Eropa sudah memiliki peraturan serupa, sementara Amerika Serikat telah membuat amandemen kebijakan berbasis keamanan pangan yang sejalan dengan pasar makanan laut yang berkelanjutan.

WWF dan Global Dialogue on Seafood Traceability mendorong agar mekanisme penelusuran makanan laut menjadi norma di Asia Pasifik dan di tempat lain selama beberapa tahun ke depan, kata Lee kepada Eco-Business.

“GDST tahun lalu mengeluarkan terobosan standar industri baru yang akan memfasilitasi perdagangan makanan laut sekaligus meningkatkan akuntabilitas rantai pasokan dan membantu memastikan bahwa hanya produk yang diproduksi secara legal yang dapat menjangkau pasar,” jelasnya.

Sebelum WWF, Lee menghabiskan lebih dari enam tahun dengan perusahaan barang konsumen Procter & Gamble, pertama di Hong Kong dalam keamanan dan keberlanjutan produk dan kemudian di Singapura sebagai ilmuwan senior, komunikasi ilmiah, dan pemimpin program keberlanjutan.

Dia juga bekerja dalam urusan regulasi dan jaminan kualitas untuk Nestle dan Aeon.

Author : Lagu togel