US Business News

Penurunan 361 poin di Nasdaq Composite

Big News Network


NEW YORK, New York – Saham AS melemah pada hari Rabu karena imbal hasil obligasi terus melonjak. Sektor teknologi kembali menanggung beban penjualan.

“Ada angin sakal yang pasti untuk pasar ekuitas jika imbal hasil naik di atas level 1,5% dengan sebagian besar investor mengawasi laju pertumbuhan imbal hasil,” Michael Stritch, kepala investasi di BMO Wealth Management mengatakan kepada Reuters Thomson Rabu.

Nasdaq Composite merosot 361,04 poin atau 2,70 persen pada Rabu, menjadi ditutup pada 12.997,75.

Dow Jones menyerah 121,43 poin atau 0,39 persen menjadi 31.270,09.

The Standard and Poor’s 500 turun 50,56 poin atau 1,31 persen menjadi 3.819,73.

Dolar AS beragam. Ini naik sedikit terhadap euro menjadi 1,2072. Pound Inggris naik tipis menjadi 1,3951. Yen Jepang sedikit lebih tinggi pada 106,88. Franc Swiss jatuh ke 0,9188.

Dolar Kanada tidak berubah pada 1,2131. Dolar Australia turun ke 0,7793. Dolar Selandia Baru melemah ke 0,7261.

Di pasar ekuitas luar negeri, FTSE 100 di London menguat 0,93 persen. Dax di Jerman naik 0,29 persen. Di Paris, Prancis CAC 40 bertambah 0,35 persen.

Di pasar Asia, Hang Seng di Hong Kong menonjol dengan indeks utama naik 784,56 poin atau 2,70 persen menjadi 29.880,42.

Di Tokyo, Nikkei 225 naik 150,93 poin atau 0,51 persen menjadi 29.559,10.

Shanghai Composite China naik 68,31 poin atau 1,95 persen menjadi 3.576,90.

Pasar Australia terbantu oleh data PDB yang kuat yang tercatat pada kuartal keempat tahun 2020. Perekonomian tumbuh pada tingkat 3,10 persen, jauh di atas proyeksi 2,50 persen.

“Gambaran besarnya adalah bahwa sementara pemulihan awal hingga paruh pertama 2021 mungkin masih tunduk pada kantong udara dan kerentanan pekerjaan tetap ada … Australia jelas berada di jalur yang lebih pasti menuju pemulihan berkelanjutan,” kata Reuters Thomson mengutip analis Mizuho. dalam catatan.

Australian All Ordinaries naik 58,00 poin atau 0,83 persen menjadi ditutup pada 7.067,90.

Author : Toto SGP