AT News

Pengukur ekuitas anjlok, saham bank otomotif dan PSU terpukul dengan buruk

Big News Network


Mumbai (Maharashtra) [India], 22 Februari (ANI): Indeks acuan ekuitas memperpanjang kerugian awal pada sore hari Senin di tengah pembukuan laba oleh para pedagang di saham bank otomotif, TI dan sektor publik.

Pakar pasar mengatakan kenaikan harga bahan bakar di pasar internasional diikuti oleh gaungnya di pasar domestik bersama dengan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi mengurangi sentimen investor.

Pada pukul 1:15 siang, BSE SP Sensex turun 792 poin atau 1,56 persen menjadi 50.098 sedangkan Nifty 50 turun tipis 208 poin atau 1,39 persen menjadi 14.774.

Kecuali untuk logam Nifty yang naik 2,7 persen, semua indeks sektoral lainnya di Bursa Efek Nasional berada di posisi merah dengan Nifty auto turun 1,9 persen, bank PSU 2,7 persen, IT 2,2 persen dan farmasi 1,3 persen. persen.

Di antara saham, MahindraMahindra jatuh 5 persen menjadi Rs 835 per saham sementara Maruti Suzuki tergelincir 3 persen. Eicher Motors turun 2,7 persen menjadi Rs 2.513,00 per saham.

Tech Mahindra kalah 3,7 persen, Dr Reddy 3,4 persen, Axis Bank 3,6 persen, HDFC 2,9 persen dan SBI Life 3,2 persen.

Namun, saham logam menguat secara substansial dengan Hindalco naik 4,3 persen, JSW Steel 3,3 persen dan Tata Steel 2,5 persen. Selain itu, ONGC, HDFC Bank, Adani Ports, Britannia, Hero MotoCorp, dan Asian Paints diperdagangkan lebih tinggi.

Sementara itu, pasar saham Asia naik tipis karena ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan inflasi secara global mendorong komoditas. (ANI)

Author : https://singaporeprize.co/