Europe Business News

Palestina, Qatar, UE bekerja sama untuk menyelesaikan krisis listrik Gaza: PM

Big News Network


RAMALLAH, 17 Februari (Xinhua) – Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye mengatakan pada hari Rabu bahwa Palestina, Qatar dan Uni Eropa bekerja sama untuk menyelesaikan krisis listrik kronis di Jalur Gaza yang terkepung.

Ishtaye mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia bertemu dengan Perwakilan Uni Eropa untuk Palestina Sven Kuehn von Burgsdorff pada hari Rabu dan membahas cara untuk menyelesaikan masalah listrik Gaza.

Dia mengatakan Palestina bekerja sama dengan Qatar dan Uni Eropa untuk mengatasi masalah listrik Gaza dan pertemuan semua pihak akan segera diadakan untuk menangani masalah ini.

“Qatar dan UE akan memberikan kontribusi untuk mengirimkan gas ke pembangkit listrik di Jalur Gaza untuk memastikan pasokan listrik reguler di daerah kantong pantai,” tambahnya.

Pada hari Minggu, Mohammed al-Emadi, utusan Qatar untuk Jalur Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Qatar bekerja sama dengan UE, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Prancis dan Jerman untuk memasok gas ke Jalur Gaza.

Al-Emadi mengatakan proyek pipa gas didedikasikan untuk memasok satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza dengan gas, bukan bahan bakar.

Dia menyebutkan dua kemungkinan kontrak untuk proyek pipa gas: yang pertama adalah untuk pembelian gas antara Otoritas Palestina dan perusahaan Delek Israel, sementara yang lainnya untuk memperpanjang pipa gas dari Israel ke Jalur Gaza.

“Eropa akan mengalokasikan 5 juta dolar AS untuk memasang pipa gas dari perbatasan dengan Israel ke pembangkit listrik di Gaza tengah, sementara Qatar akan memasang pipa di dalam Israel,” kata al-Emadi.

Jalur Gaza, rumah bagi lebih dari 2 juta orang, membutuhkan 500 megawatt listrik setiap hari, di mana 120 megawatt berasal dari Israel, 30 megawatt dari Mesir, dan 350 megawatt yang dihasilkan oleh pembangkit listriknya.

Author : Toto SGP