HEalth

Negara tercepat yang mengelola 12 cr vaksin COVID

Big News Network


New Delhi [India], 18 April (ANI): India hanya membutuhkan 92 hari untuk memberikan 12 crore vaksinasi COVID-19, negara tercepat yang melakukannya di seluruh dunia, lapor Biro Informasi Pers (PIB).

Amerika Serikat berada di posisi kedua karena berhasil mencapai angka 12 crore dalam 97 hari, disusul China yang membutuhkan waktu 108 hari untuk mencapai target yang sama.

Sesuai laporan sementara yang dikumpulkan hingga jam 7 pagi pada hari Minggu, India telah memberikan 12,26,22,590 dosis vaksin.

Ini termasuk 91,28,146 petugas kesehatan (petugas kesehatan) yang telah menggunakan dosis pertama dan 57,08,223 petugas kesehatan yang telah menggunakan dosis kedua, 1,12,33,415 petugas garis depan (FLW) (dosis pertama), 55,10.238 FLW (dosis kedua), 4,55,94,522 Penerima dosis pertama dan 38,91,294 Penerima manfaat dosis ke-2 berusia lebih dari 60 tahun dan 4,04,74,993 (dosis pertama) dan 10,81.759 (dosis ke-2) penerima manfaat berusia 45 sampai 60 tahun.

Di India, negara bagian termasuk Gujarat, Maharashtra, Rajasthan dan Uttar Pradesh sendiri telah berhasil memberikan lebih dari 1 crore dosis masing-masing untuk populasi mereka. Gujarat menyelesaikan 1 crore vaksinasi pada 16 April, sementara tiga negara bagian lainnya mencapainya pada 14 April.

Dalam pernyataan pers, PIB mengungkapkan bahwa “delapan negara bagian menyumbang 59,5% dari total dosis yang diberikan sejauh ini di negara ini.” Ia juga menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir, 26 lakh orang divaksinasi.

Sementara itu, kasus COVID-19 baru harian India terus meningkat. Negara ini mendaftarkan 2.61.500 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Maharashtra telah melaporkan kasus baru harian tertinggi di 67.123. Diikuti oleh Uttar Pradesh dengan 27.334 sementara Delhi melaporkan 24.375 kasus baru.

Sepuluh negara bagian termasuk Maharashtra, Uttar Pradesh, Delhi, Chhattisgarh, Karnataka, Madhya Pradesh, Kerala, Gujarat, Tamil Nadu dan Rajasthan melaporkan 78,56% kasus baru, baca pernyataan pers oleh PIB. (ANI)

Author : Data Sidney