Asia Business News

Negara-negara ASEAN mendesak kepala Myanmar untuk mengakhiri kekerasan

Big News Network


Naypyitaw [Myanmar]25 April (ANI): Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah mendesak kepala panglima militer Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing, yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada 1 Februari, untuk mengakhiri penumpasan dengan kekerasan di negara itu.

Menurut Nikkei Asia, selama KTT tersebut, para pemimpin dan menteri luar negeri dari 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara telah mencapai konsensus pada lima poin.

Ini termasuk: harus ada “penghentian segera kekerasan” dan pengekangan oleh semua pihak; semua pihak akan memulai “dialog konstruktif” menuju “solusi damai untuk kepentingan rakyat”; utusan khusus ketua ASEAN akan menengahi dialog; ASEAN akan memberikan bantuan kemanusiaan, dan utusan khusus serta delegasi akan mengunjungi Myanmar untuk bertemu dengan semua pihak.

Pertemuan ini diadakan di ibu kota Indonesia Jakarta, pertemuan tatap muka pertama para pemimpin blok sejak awal pandemi virus Corona.

Namun, ketidakhadiran Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan Perdana Menteri Laos Phankham Viphavanh sangat mencolok. Pejabat Thailand dan Filipina mengutip lonjakan kasus COVID-19 di negara mereka, sementara Laos belum memberikan penjelasan, lapor Nikkei Asia.

Tuan rumah, Presiden Indonesia Joko Widodo, mengatakan setelah pertemuan bahwa “dialog inklusif harus dimulai,” sambil menggemakan seruan untuk membebaskan tahanan politik. “Kami perlu menunjuk utusan khusus ASEAN untuk mendorong dialog yang melibatkan semua pihak di Myanmar.” Pada 23 April, 745 orang telah dipastikan tewas sejak pengambilalihan militer di Myanmar, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) .

“Hingga 23 April, 745 orang sekarang dipastikan tewas oleh kudeta junta ini,” kata AAPP, menambahkan bahwa total 3.371 orang saat ini ditahan.

Pada 1 Februari, militer Myanmar menggulingkan pemerintah sipil dan mengumumkan keadaan darurat selama setahun. Kudeta tersebut memicu protes massa dan disambut dengan kekerasan yang mematikan. (ANI)

Author : https://totosgp.info/