Ekonomi

Mesir akan segera memberi nama astronot pertamanya, kata profesor Teknik Penerbangan

Mesir akan segera memberi nama astronot pertamanya, kata profesor Teknik Penerbangan


Seorang profesor di institut Teknik dan Teknologi Penerbangan Ahmed Farag mengumumkan bahwa Mesir akan segera mengumumkan astronot pertamanya, menyusul berakhirnya proses pelatihan yang panjang dan sulit.

Farag memuji jalan masuk Mesir ke bidang luar angkasa, menekankan bahwa itu adalah langkah maju yang penting bagi negara-negara yang ingin mencapai pembangunan berkelanjutan.

Pengumumannya datang saat seminar virtual yang diselenggarakan oleh Divisi Teknik Mesin dari Sindikat Umum Insinyur pada hari Selasa, bertajuk “Pengantar Ilmu Luar Angkasa”. Simposium tersebut berlangsung selama lebih dari dua jam dan menampilkan partisipasi dari sejumlah besar profesor, insinyur, dan mahasiswa universitas.

Farag meyakinkan bahwa uang yang dihabiskan untuk eksplorasi ruang angkasa tidak pernah sia-sia, dan kembali secara eksponensial karena satu gambar dari luar angkasa mengungkapkan banyak misteri dan menghemat uang yang dihabiskan untuk menjelajahinya.

Mesir pertama kali berkelana ke luar angkasa pada tahun 1998 ketika meluncurkan satelit Nilesat, katanya, menambahkan bahwa tahun 2007 menyaksikan peluncuran satelit Egypt Sat 1. Dan pada tahun 2014 berkat kerja sama Mesir-Rusia, satelit Egypt Sat 2 diluncurkan, dan setelah itu pada 2019 satelit Egypt Sat A diluncurkan.

Farag menjelaskan, peluncuran berbagai satelit Mesir tidak berarti yang pertama gagal. Sebaliknya, ini mencerminkan keinginan Mesir untuk mencakup area dan sektor baru.

“Kemajuan Mesir di bidang antariksa diperlukan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, menjembatani kesenjangan digital antara pedesaan dan perkotaan, serta menggunakan internet dalam skala besar, yang memiliki peran positif yang besar dalam menghadapi virus Corona melalui telemedicine,” tambahnya. .

Dia mempresentasikan gambaran singkat tentang sejarah eksplorasi ruang angkasa, yang dimulai dengan peluncuran satelit pertama pada tahun 1957 oleh Uni Soviet. Dia menunjukkan bahwa negara pertama yang mencapai bulan dengan pesawat ruang angkasa adalah Uni Soviet pada tahun 1959, diikuti oleh Amerika dengan sekitar 11 penerbangan dari tahun 1969 hingga 1972, yang terakhir adalah Apollo 17.

Terjemahan yang diedit dari Al-Masry Al-Youm


Author : Togel Sidney