Europe Business News

Korban tewas Myanmar sejak kudeta militer melintasi 500

Big News Network


Nayipyitaw [Myanmar], 30 Maret (ANI): Dengan penumpasan brutal militer Myanmar yang terus berlanjut terhadap protes damai, jumlah korban tewas sejak kudeta 1 Februari di negara itu telah melampaui 500 orang.

“Hingga 29 Maret, 510 orang sekarang dipastikan tewas oleh kudeta junta ini,” kata Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP), sebuah organisasi nirlaba, dalam briefing harian kemarin.

AAPP kemarin mendokumentasikan 51 orang lagi yang tewas selama protes anti kudeta, termasuk 14 orang pada hari Senin dan 37 orang pada hari-hari sebelumnya. Kematian tersebut termasuk anak-anak, wanita, pemuda dan warga sipil.

“Pada 29 Maret, sebanyak 2.574 orang ditahan sehubungan dengan percobaan kudeta militer pada 1 Februari, dari mereka 37 orang dijatuhi hukuman. Sebanyak 120 orang lagi telah dikeluarkan surat perintah penangkapan,” katanya.

Lima puluh delapan hari telah berlalu sejak militer secara paksa menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis, dan situasi di Myanmar terus memburuk, dengan kekerasan dan penembakan yang tidak beralasan terhadap warga sipil dan bahkan anak-anak. Pada hari Senin, junta militer juga menembaki orang-orang yang menghadiri pemakaman di Taunggyi bagi mereka yang sebelumnya meninggal.

Menurut AAPP, junta bahkan mengancam akan membakar lingkungan jika masyarakat terus melakukan protes terhadap pemerintah militer.

Terlepas dari kecaman di seluruh dunia dan seruan untuk menghentikan pemerintahan yang bermusuhan, militer terus melakukan penindasan brutal terhadap perbedaan pendapat terhadap kudeta.

Pada hari paling mematikan sejak kudeta, setidaknya 114 pengunjuk rasa tewas oleh junta pada hari Sabtu, termasuk seorang anak berusia 13 tahun yang ditembak di rumahnya setelah angkatan bersenjata melepaskan tembakan di daerah pemukiman Meikhtila.

Insiden ini dikutuk secara luas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain.

Perwakilan Dagang AS Katherine Tai pada hari Senin mengumumkan penangguhan segera semua keterlibatan perdagangan AS dengan Myanmar di bawah Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi 2013 sampai kembalinya pemerintah yang terpilih secara demokratis.

Hampir 3.000 penduduk desa dari negara bagian Karen tenggara Myanmar melarikan diri ke Thailand pada hari Minggu setelah tentara melakukan serangan udara di daerah yang dikuasai oleh kelompok etnis, lapor Sky News.

Pada 1 Februari, militer Myanmar menggulingkan pemerintah sipil dan mengumumkan keadaan darurat selama setahun sambil menahan para pemimpin sipil termasuk Penasihat Negara Aung San Suu Kyi. Kudeta tersebut memicu protes massa yang disambut oleh kekerasan mematikan junta. (ANI)

Author : Toto SGP