HEalth

Kementerian Kesehatan BARMM menyerahkan logistik COVID-19 32 ribu

Big News Network


MARAWI CITY, 8 Januari – Sebanyak 31.900 set logistik yang bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit virus Corona (Covid-19) diserahkan oleh pejabat kesehatan tertinggi Kementerian Kesehatan Pemerintah Bangsamoro pada Kamis, 7 Januari, ke rumah sakit dan kantor kesehatan dari Maguindanao dan Lanao del Sur.

Dr Amirel Usman, penanggung jawab Kementerian, mengatakan logistik akan membantu dalam upaya masing-masing rumah sakit untuk melawan virus, terutama dengan perkiraan peningkatan infeksi pada Januari dan ancaman varian baru Covid-19. .

Usman mengatakan logistik tersebut mencakup 14.500 set alat pelindung diri, 11.500 kotak masker wajah kelas medis tiga lapis, 3.000 sarung tangan medis, 400 kotak kit uji antigen cepat, 2.500 kit kebersihan, dan 22 set filter udara.

Logistik diterima oleh kepala rumah sakit dan petugas kesehatan dari Cotabato Regional and Medical Center (CRMC), Amai Pakpak Medical Center (APMC), Rumah Sakit Sanitarium Cotabato, RSUD Datu Blah T. Sinsuat, Dinkes Kota Marawi, Dinkes Provinsi Terpadu Lanao Del Sur, Dinas Kesehatan Provinsi Terpadu Maguindanao.

Minggu depan, logistik serupa akan diserahkan ke rumah sakit dan dinas kesehatan di provinsi pulau Basilan, Sulu, dan Tawi-Tawi.

Sekretaris Eksekutif Abdulraof Macacua mengatakan kedatangan pandemi membawa pembelajaran dan peluang baru untuk belajar dan menghargai kesehatan seseorang.

“Kami akan memperlakukan pandemi ini bukan sebagai tantangan tetapi sebagai peluang,” kata Macacua.

Kepala rumah sakit dan dinas kesehatan juga menyampaikan pesan tanggapan mereka.

Kepala rumah sakit APMC Dr. Shalimar Raki-in mengungkapkan terima kasih atas dukungan ini dan mengatakan mereka akan terus mempromosikan program-program kementerian kesehatan daerah.

“Kami berterima kasih atas dukungan logistik karena ini akan sangat membantu dalam mengurangi kemungkinan lonjakan infeksi di Lanao del Sur,” kata Raki-in.

Pemerintah Bangsamoro, menurut Usman, bersiap untuk pengadaan vaksin Covid-19 dengan alokasi Php500 juta dari dana kontinjensi Kantor Kepala Menteri.

Kementerian Kesehatan juga akan mempekerjakan petugas kesehatan yang dimaksudkan untuk penanggulangan Covid-19 di bawah dananya untuk tahun 2021.

Usman mengatakan penundaan gaji petugas kesehatan di masa lalu disebabkan oleh penundaan prosedur anggaran dari kantor pusat Departemen Kesehatan, tetapi penundaan ini akan sangat dihindari dengan skema baru tahun ini.

Per 6 Januari, daerah tersebut mengajukan tujuh kasus baru, sehingga jumlah kasus di wilayah Bangsamoro menjadi 2.579, dengan 89 kasus aktif, dan 2.392 pemulihan. (Kantor Informasi Bangsamoro) / PIA ICIC)

Author : Data Sidney