marketing

Kementerian AYUSH, Peternakan tandatangani MoU penelitian

Big News Network


New Delhi [India], 7 April (ANI): Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Tanaman Obat Nasional (NMPB) Kementerian AYUSH dan Dinas Peternakan dan Peternakan pada Rabu untuk penelitian formulasi baru dalam obat berkualitas untuk ilmu veteriner melalui jamu.

Menurut pernyataan Kementerian AYUSH, inisiatif tersebut melibatkan peningkatan kapasitas di bidang terkait melalui pelatihan, menjajaki kemungkinan pemasaran jamu obat hewan secara berkelanjutan dan memberikan layanan termasuk budidaya, pengawetan dan konservasi tanaman obat.

MoU tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer Dewan Tanaman Obat Nasional Dr JLN Sastry dan Sh Upamanyu Basu, Sekretaris Bersama Departemen Peternakan dan Peternakan di hadapan Sekretaris Kementerian AYUSH Vaidya Rajesh Kotecha, Sekretaris Departemen Peternakan dan Dairying Atul Chaturvedi dan pejabat senior lainnya dari kedua departemen.

Kementerian AYUSH akan mendukung Departemen Peternakan untuk mengembangkan kurikulum dan kursus untuk program pendidikan kedokteran hewan herbal AYUSH, mengidentifikasi spesies tanaman obat potensial yang digunakan dalam kedokteran hewan dan memberikan standar, pelatihan dan program penyadaran tentang Praktik Pertanian yang Baik (GAP) dan Lapangan yang Baik Collection Practices (GFCPs), pengembangan Good Manufacturing Practices (GMP) untuk pembuatan AYUSH / jamu hewan, pengembangan keterampilan dan peningkatan kapasitas, memfasilitasi dan memberikan bantuan keuangan untuk perkebunan dan pengembangan pembibitan tanaman obat, memfasilitasi norma standarisasi untuk tanaman obat, membantu mendirikan pusat penelitian dan pengujian sesuai ruang lingkup Skema.

Departemen Peternakan akan mendukung Kementerian AYUSH untuk pendapat teknis ahli untuk esensialitas, keinginan dan kelayakan sehubungan dengan obat Ayurveda.

Departemen akan menciptakan kesadaran dengan dukungan NDDB di antara para peternak sapi perah dan peternak pertanian tentang pemanfaatan dan pentingnya jamu hewan dan budidaya jamu, mengembangkan kurikulum kursus untuk Ayurveda dan mata pelajaran terkait dalam kedokteran hewan, mengidentifikasi daftar ternak dan unggas prioritas penyakit yang penting secara ekonomi sehubungan dengan kegiatan penelitian atau penerapan Ayurveda hewan dan aliran terkait, mendukung petani untuk melakukan budidaya dan konservasi tanaman obat dan kegiatan terkait, dukungan mengidentifikasi peluang untuk kolaborasi ilmiah dan teknologi ke lembaga penelitian (Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan dan lembaga penelitian ICAR ). (ANI)

Author : Pengeluaran Sdy