US Business News

Keluarga Hazara menolak mengubur korban pembantaian Mach

Big News Network

[ad_1]

Quetta [Pakistan], 5 Januari (ANI): Keluarga para korban Hazara Pakistan, yang dibunuh oleh orang tak dikenal di ladang batubara Mach, menolak untuk menguburkan orang yang mereka cintai dan melanjutkan aksi duduk mereka di bypass barat Balochistan dengan tubuh para korban menuntut Pemerintah Balochistan untuk menangkap para pembunuh atau mengundurkan diri.

“Tidak ada anggota laki-laki yang hidup dalam keluarga kami yang bisa menguburkan kakak laki-laki saya dan empat kerabat lainnya,” kata Dawn mengutip Masooma Yaqoob Ali, seorang siswa kelas tiga yang kehilangan lima anggota keluarganya dalam tragedi itu.

Di antara lima saudara kandungnya, saudara laki-lakinya adalah putra satu-satunya dari orang tuanya dan pencari nafkah tunggal keluarga, tambah Yaqoob Ali.

“Kami telah melakukan aksi duduk untuk melindungi orang-orang Hazara yang telah menghadapi pembunuhan seperti itu sejak lama dan sudah muak dengan situasi,” kata Dawn mengutip Syed Agha Raza, Presiden Balochistan Majlis Wahdat-i-Muslimeen (MWM). .

Mayat tidak akan dikuburkan sampai permintaan masyarakat tidak dipenuhi, kata Agha Raza.

Menuntut pengunduran diri pemerintah, Agha Raza mengatakan pemerintah Balochistan telah berulang kali gagal melindungi orang-orang dari komunitas Hazara.

“Kami akan melanjutkan aksi duduk sampai pemerintah provinsi mengundurkan diri,” kata Agha Raza, seraya menambahkan bahwa komisi yudisial yang terdiri dari pensiunan dan hakim yang duduk di pengadilan tertinggi harus ditunjuk untuk melakukan penyelidikan yudisial atas insiden tersebut.

Pada hari Minggu, 11 penambang batubara tewas, sementara empat lainnya terluka parah setelah orang tak dikenal menembaki mereka di ladang batubara Mach di sini.

Menurut Geo News, polisi mengatakan orang-orang bersenjata itu membawa penambang batu bara ke pegunungan terdekat dan melepaskan tembakan. Sebelas orang dipastikan tewas oleh polisi sementara lainnya yang terluka dilaporkan dalam kondisi kritis. (ANI)

Author : Toto SGP