AT News

Kekurangan Busa Jok Mobil Bisa Mempengaruhi Produksi Di Minggu-Minggu Yang Akan Datang

Big News Network


Industri otomotif global terkena dampak parah ketika pandemi Covid-19 melanda dunia pada awal tahun lalu. Penguncian berikutnya memengaruhi produksi dan rantai pasokan semua unit manufaktur kecil dan besar yang berdampak buruk pada penjualan otomotif di seluruh dunia. Butuh waktu berbulan-bulan bagi industri untuk bangkit kembali.

Pada awal 2021, terjadi lonjakan lagi ketika dunia menghadapi kekurangan chip semikonduktor global yang sekali lagi menghentikan produksi mobil. Kelihatannya perlambatan industri otomotif dalam satu tahun terakhir ini tidak akan hilang dalam waktu dekat karena telah menghantam hambatan besar lainnya.

Krisis Akibat Badai Musim Dingin di Texas

Produsen mobil, terutama di AS bisa segera menghadapi kekurangan busa yang digunakan di kursi mobil akibat badai musim dingin yang melanda negara bagian selatan Texas bulan lalu. Badai Arktik menyebabkan penutupan pembangkit listrik utama di seluruh negara bagian yang merupakan rumah bagi banyak kilang minyak. Selain bahan bakar, industri minyak juga bertanggung jawab atas produk sampingan lainnya yang juga merupakan kunci produksi mobil.

Salah satu produk sampingan dari industri minyak adalah propilen oksida yang digunakan untuk membuat busa poliuretan yang digunakan pabrikan mobil di kursi mobil atau kendaraan roda dua mereka. Laporan terbaru menyatakan bahwa pabrik di AS bisa kehabisan busa pada 8 Maret.

Hal ini memicu kekhawatiran besar di industri otomotif AS yang dilaporkan menyaksikan penghentian produksi dalam beberapa minggu ke depan karena kekurangan busa. Meskipun ada produsen busa lain di dunia, hal itu pasti akan menciptakan kesenjangan yang lebar antara permintaan dan pasokan.

Pendirian Perusahaan Otomotif Besar

Belum terlihat apakah kekurangan busa ini juga menghantam pasar India atau tidak, tetapi kekurangan global seperti ini bukanlah kabar baik untuk pasar mobil mana pun di seluruh dunia. Apalagi, semua negara masih menghadapi kendala dalam pengelolaan rantai pasok akibat pandemi Covid-19. Rupanya, pembuat mobil di AS sedang memantau krisis saat ini karena mereka mencermati apa yang akan terjadi di masa depan.

Beberapa perusahaan seperti General Motors (GM), Toyota dan Ford tidak terlalu khawatir dan telah menyatakan bahwa tidak ada ancaman langsung terhadap produksi. Di sisi lain, Hyundai, Kia, BMW dan Stellantis (merger antara Groupe PSA dan FCA) mengatakan mereka sedang memantau situasi dengan cermat.

Namun, krisis chip semikonduktor terus menggosok luka karena telah mengganggu produksi GM dengan penghentian sementara di beberapa pabrik. Sesuai perkiraan, produksi global GM bisa turun lebih dari 200.000 unit pada tahun 2021.

Sumber

Author : https://singaporeprize.co/