Foods

Kekerasan milisi mengancam 3 juta anak terlantar di DRC: UNICEF

Big News Network


UNITED NATIONS, 19 Februari (Xinhua) – Kehidupan dan masa depan lebih dari 3 juta anak terlantar terancam di Republik Demokratik Kongo (DRC) sebagai akibat dari kekerasan milisi, kata sebuah laporan dari Dana Anak PBB (UNICEF) dirilis pada hari Jumat.

Di bagian timur negara itu, rentetan serangan brutal oleh para pejuang yang menggunakan parang dan senjata berat telah memaksa seluruh komunitas untuk mengungsi hanya dengan harta yang paling sedikit. Seluruh keluarga, termasuk anak-anak, telah dibacok sampai mati. Pusat kesehatan dan sekolah telah digeledah, dan seluruh desa dibakar, menurut laporan itu.

Angka PBB menunjukkan bahwa saat ini ada 5,2 juta orang terlantar di DRC, lebih banyak daripada di negara mana pun kecuali Suriah. Separuh dari mereka telah mengungsi dalam 12 bulan terakhir.

Keluarga pengungsi tinggal di pemukiman padat yang kekurangan air bersih, perawatan kesehatan dan layanan dasar lainnya. Yang lainnya ditampung oleh komunitas lokal yang miskin. Di provinsi yang paling dilanda kekerasan di Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Tanganyika, lebih dari 8 juta orang benar-benar rawan pangan.

Laporan UNICEF, “Fear and Flight, generasi anak-anak yang terancam punah di Republik Demokratik Kongo,” menceritakan kesaksian anak-anak yang telah direkrut sebagai pejuang milisi, menjadi sasaran pelecehan seksual, dan menderita pelanggaran berat lainnya atas hak-hak mereka.

Menyampaikan bantuan bantuan kepada penduduk yang mengungsi itu rumit, dan sering kali terhambat oleh ketidakamanan dan infrastruktur transportasi yang lemah. Sayangnya, seruan kemanusiaan UNICEF 2021 sebesar 384,4 juta dolar AS saat ini hanya didanai 11 persen, kata dana tersebut.

Author : Togel SDY