Europe Business News

Indonesia menemukan kotak hitam jet yang jatuh saat bagian tubuh ditemukan

Big News Network

[ad_1]

  • Kotak hitam pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada hari Sabtu tampaknya telah ditemukan.
  • Penyebab kecelakaan masih belum diketahui, dengan semua 62 penumpang dan awak dikhawatirkan tewas.
  • Ini adalah kecelakaan udara besar pertama di Indonesia sejak 2018.

Pihak berwenang Indonesia pada hari Minggu menemukan kotak hitam dari jet Sriwijaya Air yang jatuh ke laut segera setelah lepas landas dari ibu kota Jakarta, ketika bagian tubuh manusia dan potongan-potongan pesawat yang dicurigai telah ditemukan.

Boeing 737-500 dengan 62 penumpang dan awak itu menuju ke Pontianak di Kalimantan Barat pada hari Sabtu sebelum menghilang dari layar radar empat menit setelah lepas landas.

Ini adalah kecelakaan udara besar pertama di Indonesia sejak 189 penumpang dan awak tewas pada 2018 ketika Lion Air Boeing 737 Max pada 2018 juga jatuh ke Laut Jawa segera setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bahkan sebelum kecelakaan terakhir, lebih banyak orang tewas dalam uang tunai di Indonesia daripada di negara lain selama dekade terakhir, menurut database Jaringan Keselamatan Penerbangan.

Penyelam Angkatan Laut mengambil puing-puing pesawat penumpang Boeing 737-500 Sriwijaya Air yang bernasib malang selama operasi pemulihan di dekat Pulau Lancang pada 10 Januari 2021, menyusul kecelakaan penerbangan SJ182 pada 9 Januari di Laut Jawa beberapa menit setelah lepas landas. AFP

Ketua Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia Soerjanto Tjahjono mengatakan lokasi dua kotak hitam Penerbangan SJ 182 telah diidentifikasi.

“Mudah-mudahan bisa segera kami ambil,” kata Panglima TNI Hadi Tjahjanto, tanpa memberikan perkiraan jangka waktu yang ditentukan.

Potongan reruntuhan dibawa ke pelabuhan Jakarta oleh regu penyelamat. Pihak berwenang mengatakan mereka datang dari kedalaman 23 meter (75 kaki) di dekat sekelompok pulau di lepas pantai Jakarta.

Sepotong logam bengkok dicat dengan warna biru dan merah Sriwijaya Air. Pihak berwenang Indonesia mengatakan mereka juga telah mengambil bagian tubuh dan pakaian.

Polisi meminta keluarga memberikan informasi seperti catatan gigi dan sampel DNA untuk membantu mengidentifikasi mayat.

Pesawat itu memiliki 12 awak dan 50 penumpang, semuanya warga negara Indonesia dan termasuk tujuh anak dan tiga bayi.

Presiden Joko Widodo, berbicara di istana di Bogor, menyatakan “belasungkawa yang dalam” atas bencana tersebut dan mengimbau masyarakat untuk berdoa agar orang yang hilang dapat ditemukan.

‘Kami merasa tidak berdaya’

Layanan pelacakan Flightradar24 mengatakan pesawat lepas landas pada 14:36 ​​waktu setempat (07:36 GMT) dan naik hingga mencapai 10.900 kaki dalam waktu empat menit. Kemudian mulai menurun tajam dan berhenti mengirimkan data 21 detik kemudian.

Tidak ada petunjuk langsung tentang apa yang menyebabkan jet itu turun secara tiba-tiba. Sebagian besar kecelakaan udara disebabkan oleh berbagai faktor yang perlu waktu berbulan-bulan untuk ditetapkan, kata para pakar keselamatan.

Seorang juru bicara kementerian transportasi mengatakan kontrol lalu lintas udara telah bertanya kepada pilot mengapa pesawat itu menuju barat laut alih-alih pada jalur penerbangan yang diharapkan beberapa detik sebelum menghilang.

Pilot memiliki pengalaman puluhan tahun antara mereka dengan kapten penerbangan yang dilaporkan mantan pilot angkatan udara dan co-pilotnya di Sriwijaya Air sejak 2013, menurut profil Linkedin-nya.

Pesawat Sriwijaya Air adalah Boeing 737-500 yang berusia hampir 27 tahun, jauh lebih tua dari model Boeing 737 MAX yang bermasalah. Model 737 yang lebih lama banyak diterbangkan dan tidak memiliki sistem pencegahan kios yang terlibat dalam krisis keamanan MAX.

“Kami menghubungi pelanggan maskapai kami dan siap mendukung mereka selama masa sulit ini,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan. “Pikiran kami tertuju pada kru, penumpang, dan keluarga mereka.”

Kerabat yang putus asa menunggu di Pontianak sekitar 740 km (460 mil) dari Jakarta untuk berita tentang orang yang mereka cintai. Di bandara utama Jakarta, pusat krisis didirikan untuk keluarga.

“Kami merasa tidak berdaya, kami hanya bisa menunggu dan berharap segera mendapat informasi,” kata Irfansyah Riyanto, yang memiliki lima kerabat dalam penerbangan itu, kepada wartawan.

Didirikan pada tahun 2003, grup Sriwijaya Air yang berbasis di Jakarta terbang sebagian besar di dalam kepulauan Indonesia yang luas. Maskapai hemat ini memiliki catatan keselamatan yang solid, dengan tidak ada korban dalam empat insiden yang tercatat di database Jaringan Keselamatan Penerbangan.

Pada tahun 2007, Uni Eropa melarang semua maskapai penerbangan Indonesia menyusul serangkaian kecelakaan dan laporan tentang penurunan pengawasan dan pemeliharaan sejak deregulasi pada akhir 1990-an. Pembatasan tersebut sepenuhnya dicabut pada tahun 2018.

Sumber: News24

Author : Toto SGP