Breaking Business News

Indonesia berharap untuk keluar dari resesi pada kuartal kedua dengan PDB naik lebih dari 7%

FILE PHOTO: Indonesian national flags fly at a business district, following the coronavirus disease (COVID-19) outbreak, in Jakarta


Ekonomi terbesar di Asia Tenggara mengalami resesi pertamanya dalam lebih dari dua dekade tahun lalu, mencatat pertumbuhan negatif di setiap kuartal dari April-Juni 2020 ketika negara itu berjuang dengan salah satu wabah COVID-19 terburuk di Asia.

PDB berkontraksi 2,1% pada tahun 2020 dan pemerintah melihat rebound tahun ini ke kisaran pertumbuhan 4,5% hingga 5,3%.

Berdasarkan data Februari, PDB ditetapkan untuk berkontraksi 1,0% menjadi 0,1% tahun-ke-tahun di kuartal pertama, peningkatan dari 2,2% kontraksi kuartal keempat karena kenaikan konsumsi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dalam penjelasan virtual, menambahkan peluncuran vaksin virus corona juga akan membantu perekonomian.

Kepala Kantor Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu mengatakan perekonomian mencapai titik terendah pada kuartal kedua tahun 2020 sehingga akan menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kuartal berikutnya.

“Perhitungan terbaru kami menunjukkan pertumbuhan bisa mencapai lebih dari 7% year-on-year,” ujarnya dalam penjelasan yang sama.

Ekonom DBS Radhika Rao mengatakan aktivitas ekonomi pada kuartal pertama tetap lesu tetapi akan membaik setelahnya, dibantu oleh “penghitungan kasus yang moderat (COVID-19), peluncuran vaksinasi yang tepat waktu, kondisi keuangan yang mudah dan kenaikan harga komoditas”, bahkan tanpa minat lebih lanjut. pemotongan suku bunga.

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga secara kumulatif 150 basis poin sejak dimulainya pandemi.

Pendapatan negara Januari-Februari naik 0,7% dari tahun lalu, sementara pengeluaran meningkat 1,2%, dengan defisit fiskal tentatif 0,36% dari PDB, data kementerian menunjukkan.

Pendapatan pajak turun 4,8%, tetapi kenaikan pembayaran pajak pertambahan nilai bulan lalu menandakan pemulihan konsumsi.

Indonesia telah menerbitkan obligasi senilai 271,4 triliun rupiah ($ 18,8 miliar), tidak termasuk pembelian kembali dan surat utang negara jangka pendek. Bank sentral telah membeli Rp 73,88 triliun sebagai standby buyer selama lelang utang.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan mewaspadai potensi arus keluar modal di tengah volatilitas pasar global.

Fitch Ratings pada hari Senin menegaskan peringkat kredit Indonesia dengan prospek stabil, memprediksi pertumbuhan PDB sebesar 5,3% tahun ini dan 6% pada tahun 2022, sambil mencatat bahwa Indonesia lebih rentan daripada banyak negara lain untuk menggeser kepercayaan investor ke pasar negara berkembang.

($1 = 14,415.0000 rupiah)

(Pelaporan oleh Gayatri Suroyo dan Fransiska Nangoy; Editing oleh Ed Davies)

Author : Bandar Togel Terpercaya