Asia Business News

Formulir Surat Pemberitahuan Pajak Memiliki Tahun Penetapan; Inilah Alasannya

NDTV News


Tahun penilaian hanyalah waktu di mana pendapatan yang diperoleh dalam tahun keuangan dinilai.

Saat mengajukan laba atas penghasilan, banyak wajib pajak orang pribadi bingung antara tahun buku dan tahun penilaian. Ketidakjelasan mengakibatkan kesalahan yang tidak perlu dalam pengisian SPT PPh sehingga menimbulkan beberapa permasalahan yang sering dihadapi oleh wajib pajak. Hal ini dapat dihindari sepenuhnya jika wajib pajak mengetahui perbedaan yang jelas antara tahun buku dan tahun taksiran. Formulir pengembalian pajak pendapatan menyebutkan tahun buku dan tahun penilaian. Tahun penilaian hanyalah waktu di mana pendapatan yang diperoleh dalam tahun keuangan dinilai. (Baca juga: Batas Waktu Pengajuan Pengembalian Pajak Penghasilan Dengan Biaya Terlambat Adalah 31 Maret: Cara Melakukannya Secara Online)

Artinya tahun penilaian adalah tahun yang datang tepat setelah tahun buku. Misalnya mengambil tenggat waktu tahun ini, maka tanggal terakhir pengajuan SPT tahun fiskal 2019-20 tanpa adanya denda keterlambatan adalah 10 Januari 2021. Namun, semua Wajib Pajak yang masih belum mengajukan SPT penghasilannya. masih dapat melakukannya hingga 31 Maret 2021. Namun, ketika wajib pajak mengajukan SPT untuk tahun buku 2019-20, tetapi tahun ketetapan adalah 2020-21. Dari perspektif dasar pengarsipan pajak pendapatan, tahun buku adalah tahun di mana seorang karyawan atau pembayar pajak mendapatkan penghasilan.

Padahal, tahun penilaian adalah tahun di mana pendapatan tahun sebelumnya dievaluasi dan harus membayar pajak. Formulir pengembalian pajak pendapatan memiliki tahun penilaian karena pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun keuangan tidak dapat dikenakan pajak kecuali jika diperoleh. Penghasilan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikenakan pajak pada tahun penilaian, itulah sebabnya tahun penilaian penting dalam bentuk ITR.

Author : https://totosgp.info/