Europe Business News

Ekspor Malaysia melonjak 31 persen pada Maret, terkuat dalam hampir 4 tahun

Big News Network


KUALA LUMPUR, 28 April (Xinhua) – Ekspor Malaysia melonjak 31 persen tahun ke tahun menjadi 104,95 miliar ringgit (sekitar 25,58 miliar dolar AS) pada Maret dalam pertumbuhan terkuat dalam hampir empat tahun, didorong oleh permintaan global yang lebih tinggi untuk listrik dan elektronik ( E&E) serta produk karet, data resmi menunjukkan Rabu.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Internasional Malaysia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ekspor didorong oleh permintaan yang lebih tinggi untuk semikonduktor yang digunakan dalam teknologi 5G dan komputasi berkinerja tinggi, serta produk karet.

Ekspor ke pasar utama seperti ASEAN (Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara), China, Amerika Serikat dan Uni Eropa (UE) mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa, katanya.

Sementara itu, total perdagangan Malaysia meningkat 25,6 persen tahun ke tahun menjadi 185,74 miliar ringgit. Impor meningkat 19,2 persen menjadi 80,79 miliar ringgit dan surplus perdagangan melonjak 96,1 persen menjadi 24,15 miliar ringgit.

Ekspor barang manufaktur di bulan Maret tumbuh 34,9 persen tahun ke tahun, terutama didukung oleh peningkatan pengiriman produk E&E, produk karet, manufaktur logam, bahan kimia dan produk kimia serta mesin, peralatan dan suku cadang.

Ekspor barang pertanian melonjak 43,8 persen, terutama ditopang oleh peningkatan ekspor produk pertanian berbasis minyak sawit dan minyak sawit.

Namun, ekspor barang tambang turun 24,1 persen karena penurunan ekspor gas alam cair (LNG), minyak mentah, serta bijih logam dan skrap logam.

Di bulan Maret, perdagangan Malaysia dengan mitra dagang terbesarnya China melonjak 36,1 persen YoY menjadi 33,86 miliar ringgit, mewakili 18,2 persen dari total perdagangan Malaysia.

Ekspor ke China mencatat pertumbuhan dua digit selama lima bulan berturut-turut, melonjak sebesar 46,6 persen menjadi 16,07 miliar ringgit karena peningkatan ekspor produk E&E, manufaktur logam serta produk besi dan baja.

Sementara impor dari China meningkat 27,8 persen menjadi 17,8 miliar ringgit.

Perdagangan Malaysia dengan China selama periode Januari hingga Maret juga meningkat sebesar 31,3 persen menjadi 92,53 miliar ringgit dibandingkan periode yang sama tahun 2020.

Ekspor melonjak 36,3 persen menjadi 41,99 miliar ringgit, didorong oleh peningkatan ekspor produk E&E, manufaktur logam serta produk besi dan baja. Impor dari China untuk periode tersebut naik 27,3 persen menjadi 50,53 miliar ringgit.

Total perdagangan Malaysia untuk kuartal pertama meningkat 14,8 persen tahun ke tahun menjadi 505,65 miliar ringgit, dengan ekspor meningkat 18,2 persen menjadi 282,14 miliar ringgit, dan impor meningkat 10,8 persen menjadi 223,51 miliar ringgit. Surplus perdagangan meningkat 58,6 persen menjadi 58,63 miliar ringgit.

Author : Toto SGP