Breaking News

Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Mali

Big News Network


UNITED NATIONS, 3 April (Xinhua) – Dewan Keamanan pada hari Sabtu mengutuk serangan hari Jumat terhadap kamp penjaga perdamaian PBB di Aguelhok, wilayah Kidal Mali yang menyebabkan empat penjaga perdamaian dari Chad tewas dan 19 lainnya terluka.

Dalam pernyataan pers, anggota Dewan Keamanan menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam mereka kepada keluarga para korban, serta kepada Chad dan misi penjaga perdamaian PBB di Mali, yang dikenal dengan singkatan bahasa Prancisnya sebagai MINUSMA. Mereka mengharapkan kesembuhan yang cepat dan penuh bagi mereka yang terluka. Mereka memberi penghormatan kepada penjaga perdamaian yang mempertaruhkan nyawa mereka.

Anggota dewan meminta pemerintah transisi Mali untuk segera menyelidiki serangan ini dan membawa pelakunya ke pengadilan. Mereka menggarisbawahi bahwa serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian mungkin merupakan kejahatan perang di bawah hukum internasional. Mereka menekankan bahwa keterlibatan dalam merencanakan, mengarahkan, mensponsori atau melakukan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian MINUSMA merupakan dasar penetapan sanksi sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan.

Anggota dewan menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan salah satu ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan menekankan perlunya semua negara untuk memerangi dengan segala cara ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional yang disebabkan oleh tindakan teroris.

Mereka menegaskan kembali dukungan penuh mereka kepada MINUSMA dan kehadiran keamanan lainnya di Mali dan wilayah Sahel.

Mereka menyatakan keprihatinan tentang situasi keamanan di Mali dan dimensi transnasional dari ancaman teroris di kawasan Sahel. Mereka mendesak pihak Mali untuk sepenuhnya melaksanakan Perjanjian Perdamaian dan Rekonsiliasi di Mali tanpa penundaan lebih lanjut.

Anggota dewan mencatat bahwa implementasi penuh dari perjanjian perdamaian dan intensifikasi upaya untuk mengatasi ancaman asimetris dapat berkontribusi untuk meningkatkan situasi keamanan di seluruh Mali. Mereka menggarisbawahi bahwa upaya gabungan dari lima negara Sahel untuk melawan aktivitas kelompok teroris dan kelompok kriminal terorganisir lainnya akan berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di kawasan tersebut.

Anggota Dewan Keamanan lebih lanjut menekankan pentingnya MINUSMA memiliki kapasitas yang diperlukan untuk memenuhi mandatnya dan mempromosikan keselamatan dan keamanan penjaga perdamaian PBB, kata pernyataan pers tersebut.

Author : Bandar Togel