AT News

Brunei satu-satunya negara yang mencatat kenaikan penjualan mobil di Asean

Brunei satu-satunya negara yang mencatat kenaikan penjualan mobil di Asean


BANDAR SERI BEGAWAN, 21 Feb (Buletin Borneo / JST): Brunei Darussalam menjadi satu-satunya negara anggota Asean yang mencatatkan kenaikan penjualan mobil dari Januari hingga November tahun lalu.

Penjualan mobil nasional naik 14,2 persen menjadi 12.505 dari 10.949 unit pada periode yang sama pada 2019, menurut Asean Automotive Federation (AAF). Tidak ada angka yang tersedia untuk Desember tahun lalu.

Bahkan tanpa angka penjualan Desember, penjualan mobil Kesultanan masih mencatatkan pertumbuhan lima persen (dengan 12.505 unit terjual dari Januari hingga November 2020, dibandingkan dengan 11.909 unit dari Januari hingga Desember 2019).

Oktober mencatat penjualan tertinggi dengan 1.293 unit disusul November sebanyak 1.285 unit dan September 1.257 unit.

Aktivitas ekonomi di seluruh wilayah sangat terganggu oleh bisnis dan sosial untuk membantu mengekang penyebaran pandemi Covid-19.

Industri mobil adalah salah satu pasar yang terkena dampak paling parah di kawasan ini karena negara-negara berjuang dengan terus melonjaknya tingkat infeksi virus, anjloknya konsumsi domestik dan ekspor dengan tajam tahun lalu.

Negara anggota Asean yang mencatatkan penjualan kendaraan bermotor lebih rendah pada tahun 2020 adalah Indonesia (-48,4 persen), Filipina (-39,5 persen), Singapura (-37,6 persen), Thailand (-21,4 persen), Myanmar (-19,2 persen) ), Malaysia (-13,5 persen) dan Vietnam (-8 persen).

Kendaraan bermotor yang dijual di Asean turun 29 persen menjadi 2,45 juta unit pada 2020 dari 3,46 juta unit pada tahun sebelumnya.

Data AAF juga menunjukkan, kendaraan bermotor yang dirakit di Asean juga terkena imbas pandemi. Filipina misalnya, turun 29 persen menjadi 67.297 unit tahun lalu dari 95.094 unit pada 2019.

Negara-negara lain yang dilacak oleh AAF juga merasakan dampak pandemi karena operasi perakitan kendaraan bermotor tahun lalu melambat di Indonesia (-46 persen), Myanmar (-31 persen), Thailand (-29 persen), Malaysia (-15) persen) dan Vietnam (-6 persen).

Akibatnya, total kendaraan bermotor yang diproduksi di Asean turun 32 persen menjadi 2,85 juta unit tahun lalu dari 4,16 juta unit pada 2019.

Sementara itu, perakitan sepeda motor di wilayah ini juga terkena imbas pandemi. Sepeda motor yang dirakit di Asean mencapai 2,74 juta unit tahun lalu, turun 25 persen dari 3,66 juta unit yang diproduksi pada 2019.

Total penjualan sepeda motor di Asean mencapai 3,23 juta unit pada 2020, turun 19 persen dari 3,99 juta unit pada 2019. – The Borneo Bulletin / ANN


Author : https://singaporeprize.co/