Breaking News

Assadollah Assadi, Utusan Iran, Dinyatakan Bersalah dalam Plot Bom Prancis

Assadollah Assadi, Utusan Iran, Dinyatakan Bersalah dalam Plot Bom Prancis


Pengadilan Belgia juga menghukum tiga kaki tangan Assadi, semuanya berkewarganegaraan ganda Iran dan Belgia, yang dijatuhi hukuman penjara 15 hingga 18 tahun dan dicabut kewarganegaraan Belgia mereka. Ketiganya diyakini sebagai agen kementerian intelijen Iran, kata jaksa penuntut.

Kepala Dinas Keamanan Negara Belgia, Jaak Raes, mengatakan dalam sebuah surat kepada jaksa bahwa pejabat intelijen telah menentukan pemboman yang direncanakan adalah operasi yang disetujui oleh negara, yang disetujui oleh Teheran.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk putusan tersebut, menyebut penahanan dan hukuman Assadi ilegal berdasarkan hukum internasional. “Iran berhak untuk menggunakan cara hukum dan diplomatik untuk mewujudkan hak Assadollah Assadi dan meminta pertanggungjawaban pemerintah karena melanggar kewajiban internasional mereka,” kata juru bicara, Saeed Khatibzadeh, menurut semi-resmi Fars News Agency.

Tuan Assadi ditugaskan untuk misi Iran di Austria ketika dia memasok bahan peledak untuk serangan yang direncanakan. Jaksa penuntut mengatakan bahwa dia membawa sekitar satu pon bahan peledak triacetone triperoxide, atau TATP, dan sebuah detonator dari Iran ke Wina di dalam kopernya lalu membawanya ke Luxembourg. Di sana, dia menyerahkannya pada 30 Juni 2018, kepada pasangan Iran-Belgia di Pizza Hut. Assadi ditangkap di sebuah bengkel di Jerman, di mana dia tidak memiliki kekebalan diplomatik, saat dia berkendara kembali ke Austria.

Pasangan itu, Amir Saadouni, 40, dan istrinya, Nassimeh Naami, 36, telah diberikan suaka politik dan kemudian menjadi kewarganegaraan di Belgia. Mereka ditangkap saat berkendara ke Paris dari Antwerp pada hari rapat umum. Terdakwa keempat, Mehrdad Arefani, 57 tahun, adalah rekan dari Assadi yang seharusnya memandu pasangan tersebut di rapat umum.

Iran telah dituduh di masa lalu berusaha menghilangkan lawan di luar negeri. Denmark menyerukan sanksi terhadap Iran karena merencanakan pembunuhan lain di sana pada 2018.

Assadi telah melakukan kontak dengan agen Iran di seluruh Eropa, menurut dokumen yang diberikan kepada jaksa Belgia oleh polisi di Jerman dan Belanda, menurut penyiar Flemish Belgia, VRT. Dokumen tersebut termasuk buku catatan yang ditemukan di mobilnya yang berisi banyak kuitansi pembayaran kepada orang-orang yang diidentifikasi hanya dengan alias.

Author : Bandar Togel