Europe Business News

AS menyambut baik pertemuan yang dipimpin Uni Eropa antara Iran, kekuatan dunia

Big News Network


WASHINGTON, 1 April (Xinhua) – Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya menyambut pertemuan virtual Komisi Gabungan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang dipimpin Uni Eropa yang dijadwalkan pada hari Jumat.

“Kami jelas menyambut baik ini sebagai langkah positif,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan dalam jumpa pers.

“Kami telah menjelaskan selama berminggu-minggu sekarang bahwa kami siap untuk mengejar kembali kepatuhan dengan komitmen JCPOA kami, konsisten dengan Iran juga melakukan hal yang sama,” kata Price.

Dia mencatat bahwa Washington berbicara dengan mitra tentang cara terbaik untuk mencapai tujuan ini, termasuk melalui serangkaian langkah awal bersama.

Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari sebelumnya bahwa perwakilan China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, dan Iran akan bertemu secara virtual pada 2 April untuk membahas prospek kemungkinan kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA, yang juga diketahui. sebagai kesepakatan nuklir Iran.

Amerika Serikat dan Iran berada dalam kebuntuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir. Pemerintahan Joe Biden mengatakan bahwa jika Iran kembali ke kepatuhan penuh dengan JCPOA, Amerika Serikat akan melakukan hal yang sama. Tetapi Iran bersikeras kepatuhannya hanya akan terjadi setelah sanksi AS dicabut.

Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Kamis mengkritik Washington karena keterlambatan dalam merangkul kembali komitmennya di bawah kesepakatan nuklir 2015, menurut TV pemerintah.

“Ini berarti tawar-menawar win-win untuk kawasan dan seluruh dunia, yang akan menguntungkan mereka. Amerika tidak dapat memahami itu, dan mereka telah gagal memanfaatkan kesempatan emas ini,” kata Rouhani.

Media AS awal pekan ini melaporkan bahwa pemerintahan Biden berencana mengajukan proposal baru untuk Teheran secepat pekan ini untuk memecahkan kebuntuan.

Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, Politico mengatakan dalam sebuah artikel hari Senin bahwa proposal tersebut meminta Iran untuk menghentikan beberapa kegiatan nuklirnya dengan imbalan bantuan dari sanksi ekonomi AS.

Washington menarik diri dari JCPOA pada 2018 dan memperketat sanksi terhadap Iran di bawah kepemimpinan mantan Presiden Donald Trump. Menanggapi langkah AS, Iran menangguhkan implementasi sebagian dari kewajibannya berdasarkan kesepakatan tersebut.

Author : Toto SGP