Europe Business News

Amerika Serikat, Uni Eropa Mendesak Anggota Parlemen Georgia Untuk Mengakhiri Krisis

Big News Network


Amerika Serikat dan Uni Eropa telah meluncurkan seruan bersama kepada anggota parlemen di Georgia, mendesak mereka untuk bekerja sama untuk mengakhiri krisis politik yang berkepanjangan di negara Kaukasus itu.

Menurut pernyataan yang diterbitkan pada 18 April, Presiden Dewan Eropa Charles Michel akan segera mengusulkan kesepakatan yang dapat ditandatangani oleh semua anggota parlemen sebagai langkah menuju kerja sama.

Georgia telah berada dalam cengkeraman krisis sejak pemilihan parlemen pada Oktober, yang menurut oposisi dicurangi untuk mempertahankan partai yang berkuasa di Georgian Dream.

Partai-partai oposisi menolak masuk parlemen yang baru terpilih dan menuntut pemilihan baru.

Krisis semakin dalam pada Februari dengan penangkapan dan persidangan Nika Melia, pemimpin kelompok oposisi utama atas tuduhan mengobarkan kekerasan selama protes anti-pemerintah 2019.

Penangkapan Melia terjadi beberapa hari setelah Perdana Menteri Giorgi Gakharia mengundurkan diri menyusul ketidaksepakatan mengenai apakah akan menahan politisi terkemuka itu.

Gakharia sempat mengatakan penangkapan Melia tidak bisa diterima jika mengancam akan menyulut perpecahan politik di negara berpenduduk 3,7 juta jiwa itu.

Dua putaran pembicaraan yang dimediasi oleh Uni Eropa pada bulan Maret antara pemerintah dan oposisi yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan pasca pemilihan telah gagal menghasilkan terobosan apa pun.

Berdasarkan pelaporan AFP dan dpa

Hak Cipta (c) 2018. RFE / RL, Inc. Diterbitkan ulang dengan izin dari Radio Free Europe / Radio Liberty, 1201 Connecticut Ave NW, Ste 400, Washington DC 20036

Author : Toto SGP