Host

5 orang tewas dalam bentrokan antara pekerja Bangladesh, polisi

Big News Network


Dhaka [Bangladesh], 17 April (ANI): Sedikitnya lima orang ditembak mati pada hari Sabtu ketika polisi menembaki pekerja pembangkit listrik yang didukung China di Banshkhali Upazila di Chittagong.

Banyak orang juga mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. Petugas Banshkhali Upazila Nirbahi (UNO) Saiduzzaman Chowdhury mengkonfirmasi angka kematian tersebut, Dhaka Tribune melaporkan mengutip Bangla Tribune.

UNO mengatakan para pekerja pembangkit listrik melakukan demonstrasi atas gaji dan tunjangan.

Pembangkit listrik senilai USD 2,4 miliar merupakan sumber utama investasi asing ke Bangladesh. Pembangkit listrik tenaga batu bara yang berada di kawasan Gandamara ini dimiliki oleh S Alam Group.

Pada tahun 2016, Perusahaan Konstruksi Tenaga Listrik Shandong III China menandatangani kesepakatan dengan S Alam Group, konglomerat Bangladesh yang bertanggung jawab atas konstruksi bangunan di lokasi tersebut.

Bentrokan meletus dan lima orang tewas, kata Chowdhury. Karena warga setempat juga terlibat dalam bentrokan, identitas almarhum tidak dapat segera diketahui apakah mereka pekerja atau penduduk desa, tambahnya.

Azizul Islam, petugas kantor polisi Banshkhali, mengatakan ketegangan telah terjadi sejak Jumat karena tidak membayar iuran pekerja, lapor UNB.

Pada Sabtu pagi, pimpinan serikat pekerja duduk rapat dengan pemerintah daerah setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Belakangan, polisi menembakkan peluru untuk membubarkan para pekerja.

Pada 2016, enam orang tewas dalam bentrokan dengan polisi di pembangkit listrik yang sama. Pada saat itu juga, polisi menembaki orang-orang yang memprotes kesepakatan antara perusahaan China dan Bangladesh.

Para pengunjuk rasa khawatir mereka akan kehilangan tanah mereka ketika pembangkit listrik tenaga batu bara, yang didanai oleh perusahaan China, dibangun. Aktivis juga telah menyuarakan keprihatinan bahwa tanaman itu akan mencemari lingkungan setempat. (ANI)

Author : Data Sdy